Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan sebagaimana UU RI Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dan berstatus badan hukum. Gerakan Pramuka berkedudukan di Ibukota Negara Republik Indonesia.

Gerakan Pramuka ditetapkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor  238  Tahun  1961  tanggal  20  Mei  1961  sebagai kelanjutan dan pembaruan Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia, dan didirikan untuk waktu yang tidak ditentukan. Hari Pramuka tanggal 14 Agustus.

Asas Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka berasaskan Pancasila.

Tujuan Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka:

  1. memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani;
  2. menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri  serta  bersama-sama  bertanggungjawab  atas  pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.

Tugas Pokok Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi kaum muda guna menumbuhkan tunas bangsa agar menjadi generasi yang lebih baik, bertanggungjawab, mampu membina dan mengisi kemerdekaan serta membangun dunia yang lebih baik.

Fungsi Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka berfungsi sebagai penyelenggara pendidikan nonformal di luar  sekolah  dan  di  luar  keluarga  sebagai  wadah  pembinaan  serta pengembangan kaum muda dilandasi Sistem Among, Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.

Sifat Gerakan Pramuka

  1. Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan yang keanggotaannya bersifat sukarela, mandiri, tidak membedakan suku, ras, golongan, dan agama.
  2. Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial-politik, bukan bagian dari salahsatu organisasi sosial-politik dan tidak menjalankan kegiatan politik praktis.
  3. Gerakan Pramuka menjamin kemerdekaan tiap-tiap anggotanya untuk memeluk agama dan kepercayaan masing-masing serta beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Sifat Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka  bersifat  terbuka, 

artinya  dapat  didirikan  di  seluruh  wilayah Indonesia dan diikuti oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan suku, ras, golongan, dan agama.

Gerakan Pramuka bersifat universal,

artinya tidak terlepas dari idealisme, prinsip dasar, dan metode kepramukaan sedunia.

Gerakan Pramuka bersifat mandiri,

artinya penyelenggaraan organisasi dilakukan secara otonom dan bertanggungjawab.

Gerakan Pramuka bersifat sukarela,

artinya tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan keharusan untuk menjadi anggota Gerakan Pramuka.

Gerakan Pramuka bersifat patuh dan taat terhadap semua peraturan perundang- undangan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gerakan Pramuka bersifat nonpolitik,

artinya:

  1. Gerakan Pramuka bukan organisasi sosial-politik dan bukan bagian dari salah satu organisasi sosial-politik;
  2. Gerakan Pramuka tidak dibenarkan ikut serta dalam kegiatan politik praktis; dan
  3. secara pribadi  anggota  Gerakan  Pramuka  dapat  menjadi  anggota  organisasi kekuatan sosial-politik dengan ketentuan;
    1. tidak dibenarkan membawa paham dan aktifitas organisasi kekuatan sosial- politik dalam bentuk apapun ke dalam Gerakan Pramuka;
    2. tidak dibenarkan memakai atribut pramuka pada kegiatan organisasi kekuatan sosial-politik.

Gerakan Pramuka bersifat religius,

artinya:

  1. Gerakan Pramuka wajib membina dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggotanya;
  2. Gerakan Pramuka   mampu   mengembangkan   kerukunan   hidup   antar   umat beragama; dan
  3. anggota Gerakan Pramuka wajib memeluk agama dan beribadah sesuai agama dan keyakinannya masing-masing.

Gerakan Pramuka bersifat persaudaraan,

artinya setiap anggota Gerakan Pramuka wajib mengembangkan semangat persaudaraan antar sesama pramuka dan sesama umat manusia.